Kolam Retensi Simpang Polda Palembang Diperluas, Kapasitas Tampung Naik Tiga Kali Lipat

Penulis: Rizal Hamdani  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:14:31 WIB
Pekerja beraktivitas di area perluasan Kolam Retensi Simpang Polda Palembang.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemkot Palembang dan BBWS Sumatera VIII memulai perluasan Kolam Retensi Simpang Polda untuk mengurangi genangan di tiga kecamatan Kota Palembang. Kapasitas kolam yang semula sekitar 9.600 meter kubik akan ditingkatkan menjadi sekitar 30 ribu meter kubik, dengan target rampung Januari 2028.

PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyatakan perluasan kolam retensi menyasar persoalan genangan yang berulang di Kecamatan Ilir Timur I, Ilir Timur III, dan Kemuning. Proyek dikerjakan dengan memanfaatkan lahan dan bangunan Kantor DPMPTSP yang dihibahkan, setelah melalui penilaian aset tanah dan bangunan senilai total sekitar Rp11 miliar.

Kapasitas tampung kolam dinaikkan dari sekitar 9.600 meter kubik menjadi sekitar 30 ribu meter kubik. Luas kawasan kolam diperluas hingga mendekati satu hektare, dengan durasi pengerjaan 480 hari kalender.

Penggalian Dasar Kolam 2–3 Meter dan Perbaikan Drainase Permukiman

Kepala BBWS Sumatera VIII Agus Sapari menyebut pekerjaan tidak berhenti pada penambahan luas kolam. Penggalian dasar kolam dilakukan sedalam dua hingga tiga meter, sementara saluran drainase permukiman di sekitar lokasi diperbaiki sebelum air dialirkan memakai pompa menuju Sungai Bendung.

"Volume akan menjadi sekitar 30 ribu meter kubik, jadi kurang lebih tiga kali lipat. Kalau dikatakan cukup itu tidak ada daerah bebas banjir, tetapi dampak banjir itu berkurang," kata Agus.

Mobilisasi Material Diminta Malam Hari agar Lalu Lintas Tak Terganggu

Herman meminta pengerjaan proyek dikoordinasikan matang dengan berbagai pihak, termasuk soal utilitas pipa milik Pertamina dan pengaturan lalu lintas. Ia menekankan mobilisasi serta pengangkutan material harus dilakukan malam hari.

"Jangan sampai pekerjaan pembangunan ini mengganggu lalu lintas harian. Mobilisasi dan pengangkutan material harus dikerjakan malam-malam dan paginya sudah tidak berbekas," jelasnya.

Kolam Retensi Akan Ditata Jadi Ruang Terbuka Ramah Anak

Selain memperkuat fungsi pengendali banjir, kawasan kolam retensi direncanakan ditata sebagai ruang publik ramah anak. Fasilitas yang disiapkan mencakup area bermain, olahraga terbuka, hingga sarana untuk aktivitas sepatu roda dan skateboard.

"Anak-anak bisa bermain, mungkin tempat sepatu roda atau skateboard misalnya, dan kita siapkan ruang terbuka yang ramah untuk anak," kata Herman.

Pemkot Palembang Targetkan Rampung Januari 2028

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan pemerintah kota mendukung proyek sebagai solusi jangka panjang pengurangan genangan. Pemkot telah menyiapkan koordinasi terkait utilitas dan aset sosial agar pengerjaan berjalan lancar.

"Kalau ini terwujud, bisa mengurai paling tidak titik-titik genangan air yang ada di Ilir Timur I, Ilir Timur III, dan Kemuning," katanya.

Pemkot menargetkan proyek selesai pada Januari 2028. Kawasan kolam retensi rencananya dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top