Sebanyak 18 penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan, terdampak kabut asap yang menekan jarak pandang di bawah batas minimal keselamatan. General Manager Bandara SMB II Ahmad Syaugi Shahab menyebut dampak itu mencakup 11 penerbangan keberangkatan dan tujuh penerbangan kedatangan. Penundaan dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang dan kru pesawat.
PALEMBANG — Kabut asap menekan jarak pandang di kawasan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang hingga di bawah ambang batas minimal. Kondisi itu memaksa pengelola bandara menyesuaikan operasional sejumlah penerbangan pada Sabtu (3/10).
Dari total 18 penerbangan yang terdampak, sebelas di antaranya merupakan keberangkatan dan tujuh lainnya kedatangan. Penyesuaian jadwal dilakukan mengikuti batas keselamatan penerbangan yang berlaku.
Penerbangan keberangkatan yang terdampak meliputi rute-rute padat dari Palembang menuju sejumlah kota tujuan domestik dan internasional. Berikut rinciannya:
Gangguan tidak hanya dialami penumpang yang hendak berangkat. Sejumlah penerbangan kedatangan menuju Palembang juga mengalami penyesuaian jadwal, mulai dari rute Yogyakarta, Jakarta, hingga Kuala Lumpur.
Jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap menjadi alasan utama penundaan keberangkatan. Pengelola bandara menegaskan penyesuaian ini bukan pilihan, melainkan konsekuensi dari standar keselamatan yang harus dipatuhi.
"Penundaan keberangkatan yang disebabkan oleh terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat," kata Ahmad Syaugi Shahab.
Menurutnya, situasi di Bandara SMB II saat ini tetap kondusif meski sejumlah penerbangan mengalami gangguan operasional. Pengelola memastikan koordinasi dengan maskapai berjalan untuk memantau perkembangan kondisi jarak pandang.
Calon penumpang diimbau memperhatikan informasi terbaru terkait jadwal penerbangan dari maskapai masing-masing. Perubahan jadwal dapat terjadi menyusul dinamika kondisi kabut asap di sekitar bandara.
Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan pada periode ini disarankan datang lebih awal dan memantau kanal resmi maskapai. Langkah itu membantu mengantisipasi penyesuaian waktu keberangkatan yang mungkin terjadi secara mendadak.