BANDA ACEH — Manajemen Persiraja Banda Aceh mempercayakan kursi pelatih kepala kepada M Ridwan untuk mengarungi Pegadaian Championship 2026/27. Ridwan datang ke Banda Aceh dan langsung memimpin sesi latihan skuad Laskar Rencong di Stadion H Dimurthala pada Senin (28/9/2026), tanpa masa transisi panjang.
Perekrutan ini menutup kekosongan kursi pelatih setelah Jaya Hartono tidak lagi menangani tim. Ridwan bukan nama asing di sepak bola nasional, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Ridwan menyebut proses negosiasi dengan manajemen Persiraja berlangsung cepat. Meski singkat, pembicaraan berjalan serius hingga kedua pihak mencapai kesepakatan.
"Saya merasa bersyukur, saya merasa terhormat untuk bisa ada di sini. Saya mengapresiasi apa yang dikomunikasikan dan apa yang ditawarkan kepada saya," ujar Ridwan.
Sebelum menerima tawaran, Ridwan mengaku sudah meninjau ulang sejumlah pertandingan Persiraja. Dari pengamatan itu, ia menilai skuad Laskar Rencong punya pemain yang mampu bersaing di kompetisi musim ini.
Persiraja dipandang Ridwan sebagai tim dengan sejarah panjang dan basis suporter yang kuat. Dua faktor itu disebutnya menjadi bagian dari pertimbangan menerima tugas di Banda Aceh.
Untuk mendukung kerja Ridwan, manajemen mendatangkan tiga nama ke jajaran kepelatihan. Edi Hafid Murtado masuk sebagai asisten pelatih, Naufal Arkan Nasyif sebagai analis, dan Zulkarnain Zakaria sebagai pelatih kiper.
Dengan susunan kepelatihan baru, Persiraja bersiap melanjutkan kiprahnya di Pegadaian Championship 2026/27. Laskar Rencong dijadwalkan menghadapi Sumsel United pada 2 Oktober 2026.
Laga itu menjadi ujian pertama Ridwan bersama tim barunya. Hasil pertandingan tersebut akan menjadi gambaran awal arah permainan Persiraja di bawah komando pelatih anyar.