Kualitas Udara Palembang Kembali Masuk Level Berbahaya, 3 Wilayah Catat Indeks di Atas 300

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Sabtu, 26 September 2026 | 07:32:31 WIB
Data IQAir menunjukkan indeks kualitas udara di Sukarami mencapai 316, GP PLM 328, dan Musi 2 Palembang 325.

PALEMBANG — Data IQAir menunjukkan wilayah Sukarami mencatat indeks kualitas udara 316, GP PLM 328, dan Musi 2 Palembang 325. Sementara wilayah Demang berada di angka 276 atau kategori sangat tidak sehat.

Penurunan kualitas udara ini terjadi setelah beberapa hari sebelumnya sempat membaik. Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah dengan intensitas rendah hingga sedang sempat menekan akumulasi polutan di udara.

Perubahan Drastis dalam Sehari

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, membenarkan adanya perubahan kondisi kualitas udara di Palembang.

"Ini merupakan perubahan yang cukup drastis setelah kualitas udara sempat membaik beberapa hari lalu," ujar Wandayantolis.

Menurutnya, fluktuasi indeks pencemaran udara bisa terjadi dalam waktu singkat. Pemantauan harian menjadi acuan utama untuk menentukan langkah lanjutan.

PTM di Sekolah Kembali Jadi Pertimbangan

Pemerintah Kota Palembang menyoroti dampak kondisi udara terhadap aktivitas belajar mengajar. Evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka akan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara di sejumlah wilayah.

Evaluasi dipandang perlu karena indeks pencemaran dapat berubah cepat, terutama saat masuk kategori tidak sehat hingga berbahaya. Perubahan status ini berpengaruh langsung pada keputusan aktivitas sekolah.

Kemarau dan Karhutla Jadi Pemicu

BMKG Sumatera Selatan sebelumnya mengingatkan bahwa kondisi kemarau dan meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan dapat menyebabkan akumulasi asap yang terbawa angin. Akumulasi ini berdampak pada kualitas udara di Palembang.

Kualitas udara Palembang sebelumnya juga sempat mencapai kategori berbahaya akibat paparan kabut asap. Kondisi itu disebut perlu menjadi perhatian bersama.

Warga Diminta Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Masyarakat Palembang diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak polusi udara. Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak di luar rumah diminta mengurangi aktivitas luar ruangan, terutama saat kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, sangat tidak sehat, hingga berbahaya.

Mereka yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker dan menjaga kondisi kesehatan.

"Kurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta gunakan masker jika harus beraktivitas di luar," kata Wandayantolis.

Warga diminta terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengikuti arahan pemerintah terkait aktivitas di luar ruangan maupun kegiatan belajar mengajar.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: sumselupdate.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top