Pemerintah Kota Palembang menekan angka stunting anak melalui program Pemberian Makanan Tambahan Olahan Ikan pada Posyandu (PAMTOIP) Tahun 2026. Sebanyak 67 balita di Posyandu Wijaya Kusuma, Kecamatan Sako, menerima paket bantuan makanan tambahan olahan ikan bernutrisi tinggi dalam program tersebut. Kasus stunting di Kota Palembang tercatat turun dari 157 balita pada 2025 menjadi 124 balita hingga Agustus 2026.
PALEMBANG — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, menyatakan upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak terus digencarkan pemerintah kota. Program PAMTOIP kali ini menyasar masyarakat di Kecamatan Sako.
Dewi menegaskan program PAMTOIP bukan sekadar kegiatan berbagi makanan tambahan bagi balita. Program ini menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran keluarga sekaligus mendukung program Nasional Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN).
Sebanyak 67 balita di Posyandu Wijaya Kusuma, Kecamatan Sako, menerima paket bantuan makanan tambahan olahan ikan bernutrisi tinggi. Pemberian bantuan menyasar langsung keluarga dengan anak balita di wilayah tersebut.
"Salah satunya melalui program PAMTOIP yang kali ini menyasar pada masyarakat di Kecamatan Sako," kata Dewi Sastrani di Palembang.
Dewi menjelaskan menjaga periode emas anak, khususnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), menentukan kualitas tumbuh kembang di masa depan. Pemberian makanan tambahan olahan ikan dinilai penting karena ikan mengandung protein berkualitas, asam lemak omega-3 (DHA dan EPA), vitamin, serta mineral yang krusial untuk perkembangan otak dan fisik anak.
"Melalui PAMTOIP, kami ingin membiasakan anak-anak mengkonsumsi ikan sejak dini lewat penyajian yang menarik, aman, bergizi, dan disukai anak," ujar Dewi Sastrani.
Data terbaru menunjukkan jumlah kasus anak stunting di Kota Palembang turun dari 157 balita pada 2025 menjadi 124 balita hingga Agustus 2026. Penurunan itu disebut sebagai hasil dari upaya yang terus dilakukan pemerintah kota bersama tim penggerak PKK.
"Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus anak stunting di Kota Palembang turun dari 157 balita di tahun 2025 menjadi 124 balita hingga Agustus 2026," ujar dia.
Dewi berharap budaya makan ikan dan pola hidup sehat semakin membudaya di tengah masyarakat. Program ini diarahkan untuk mewujudkan visi Palembang Berdaya dan Palembang Sejahtera yang berkelanjutan.