BMKG Prakirakan Hujan Sedang hingga Lebat Guyur 5 Kabupaten di Sumsel hingga 26 September

Penulis: Ahmad Syukri  •  Kamis, 24 September 2026 | 13:09:31 WIB
BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat mengguyur lima kabupaten di Sumatera Selatan hingga 26 September 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat bakal mengguyur sejumlah wilayah Sumatera Selatan hingga 26 September 2026. Prakiraan tersebut disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, yang menyebut hujan sporadis di Kota Palembang dan sekitarnya dipicu dinamika atmosfer serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) periode 19-23 September 2026. Pada 27 September hingga 1 Oktober 2026, potensi hujan di Sumsel diperkirakan kembali berkurang.

PALEMBANG — Aktivitas gelombang Rosby yang diprediksi aktif di wilayah Sumatera Selatan pada 24-25 September 2026 menjadi salah satu pemicu meningkatnya potensi curah hujan. Pola konvergensi dan belokan angin yang terbentuk di sekitar Sumsel turut mendukung pertumbuhan awan konvektif pembentuk hujan.

BMKG mencatat hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah Sumsel, termasuk Kota Palembang, tidak lepas dari pengaruh OMC yang digelar pada 19-23 September 2026. Kegiatan tersebut memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah setempat.

"Secara umum dapat disampaikan bahwa beberapa kejadian hujan yang terjadi secara sporadis di wilayah Sumsel termasuk di Kota Palembang, di samping karena kondisi dinamika atmosfernya mendukung untuk pembentukan awan hujan, tentu trigger dari kegiatan OMC Sumsel periode 19 sampai 23 September 2026 ini juga memperkuat pembentukan awan hujan yang terjadi di Sumsel," kata Siswanto di Palembang, Rabu.

Lima Kabupaten di Sumsel Berpotensi Diguyur Hujan Siang hingga Sore

Dalam tiga hari ke depan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi pada siang hingga sore hari. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, Muara Enim, Ogan Ilir, dan Lahat.

Sementara pada malam hingga dini hari, potensi hujan diprakirakan bergeser ke wilayah Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kondisi tersebut diperkirakan tidak berlangsung terus-menerus.

Hotspot Karhutla Berkurang Seiring Turunnya Hujan

Siswanto menyebut hujan yang turun mampu mengurangi dampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel. Penurunan jumlah hotspot menjadi indikator awal membaiknya kondisi tersebut.

"Pastinya dengan adanya hujan mampu mengurangi dampak kekeringan dan karhutla, terlihat dengan penurunan jumlah hotspot," jelasnya.

Meski hujan mulai turun, BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi masih dapat terjadi ketika kondisi atmosfer berubah. Masyarakat diminta tidak lengah terhadap perubahan cuaca.

Warga Diminta Pantau Cuaca hingga Tingkat Desa

BMKG menyarankan masyarakat memantau prakiraan cuaca secara berkala, terutama sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Informasi prakiraan cuaca hingga tingkat desa/kelurahan dapat diakses melalui situs resmi BMKG dan aplikasi InfoBMKG.

"Masyarakat juga diminta memantau prakiraan cuaca secara berkala, terutama sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Informasi prakiraan cuaca hingga tingkat desa/kelurahan dapat dipantau melalui situs resmi BMKG dan aplikasi InfoBMKG," kata Siswanto.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top