Hujan Guyur Empat Lawang hingga Muba, Gubernur Sumsel Belum Pastikan Hotspot Karhutla Turun

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Kamis, 24 September 2026 | 10:02:01 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau sejumlah wilayah yang diguyur hujan saat penanganan karhutla.

PALEMBANG — Sejumlah wilayah Sumatera Selatan mulai diguyur hujan setelah beberapa pekan dilanda kemarau dan kebakaran hutan dan lahan. Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut curah hujan sudah turun di Empat Lawang, Musi Rawas Utara (Muratara), dan Musi Banyuasin (Muba) dengan intensitas deras.

Deru mengaku menyaksikan langsung kondisi itu saat berkeliling ke beberapa daerah. Pemerintah provinsi belum bisa memastikan seberapa besar hujan tersebut menekan jumlah titik panas yang masih bermunculan di wilayah rawan karhutla.

Hujan Deras di Tiga Kabupaten, Palembang Tunggu Giliran

Menurut Deru, hujan yang turun di sejumlah kabupaten menjadi sinyal positif di tengah upaya penanganan karhutla. Meski demikian, pemerintah masih menunggu pemerataan hujan ke daerah lain yang membutuhkan tambahan curah hujan.

"Kemarin aku keliling, Empat Lawang hujan, Muratara hujan, Muba hujan deras. Aku juga enggak berpayung," kata Deru.

Untuk Palembang, ia menyebut hujan baru turun dengan intensitas ringan. Pemerintah provinsi memantau perkembangan cuaca harian sebelum menarik kesimpulan soal dampaknya terhadap hotspot.

"Palembang tinggal nunggu giliran. Semalam kan sudah, hujan rintik, hujan rintik. Lumayanlah, hujan," ujarnya.

Data Hotspot Harian Jadi Dasar Evaluasi

Deru belum memastikan berapa besar penurunan titik panas setelah hujan mulai turun di sejumlah wilayah. Ia menyatakan evaluasi akan dilakukan berdasarkan data hotspot harian.

"Kita lihat dulu hari ini. Belum baca aku ngomongnya ya, hari ini berapa sih turunnya hotspot akibat ini, akibat hujan," katanya.

Hujan diharapkan membasahi lahan yang sebelumnya kering sehingga potensi kebakaran berkurang. Pemerintah tetap memantau titik rawan karena curah hujan belum tentu merata di seluruh Sumsel.

"Turunnya hujan menjadi momentum untuk memperkuat penanganan karhutla, terutama dengan memastikan lahan yang sebelumnya terbakar benar-benar tidak kembali memunculkan api," kata dia.

OMC 19–23 September Turut Perkuat Awan Hujan

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, menyatakan hujan sporadis di sejumlah wilayah Sumsel dipengaruhi dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Sumsel pada 19–23 September 2026 turut memperkuat pembentukan awan tersebut.

"Secara umum dapat disampaikan bahwa beberapa kejadian hujan yang terjadi secara sporadis di wilayah Sumsel termasuk di Kota Palembang, di samping karena kondisi dinamika atmosfernya mendukung untuk pembentukan awan hujan, tentu trigger dari kegiatan OMC Sumsel periode 19 sampai 23 September 2026 ini juga memperkuat pembentukan awan hujan yang terjadi di Sumsel," kata Siswanto.

Kondisi atmosfer Sumsel masih berpotensi mendukung hujan dalam beberapa hari ke depan. Aktivitas gelombang Rosby diprediksi aktif pada 24–25 September 2026, disertai pola konvergensi dan belokan angin yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Prakiraan Tiga Hari ke Depan dan Peringatan 27 September

Dalam tiga hari ke depan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan turun pada siang hingga sore hari di OKU, OKU Selatan, Muara Enim, Ogan Ilir, dan Lahat. Pada malam hingga dini hari, potensi hujan berada di Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, dan PALI.

Kondisi itu diperkirakan tidak berlangsung terus-menerus. Pada 27 September hingga 1 Oktober 2026, potensi hujan di Sumsel diprakirakan kembali berkurang.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: relung.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top