SUMATERA SELATAN — Disney menaikkan harga langganan bulanan Disney+ dan Hulu secara terpisah, dengan kenaikan terbesar terjadi pada paket bebas iklan yang kini dibanderol USD 21,49 per bulan atau naik USD 2,50 (13 persen). Kenaikan ini membuat biaya berlangganan kedua layanan secara terpisah hampir dua kali lipat dibandingkan membeli paket bundel keduanya. Ini menjadi kenaikan harga keempat dalam empat tahun terakhir untuk Disney+ dan Hulu.
Untuk paket bebas iklan, masing-masing layanan kini berharga USD 21,49 per bulan, naik USD 2,50 atau sekitar 13 persen dari tarif sebelumnya. Sementara paket dengan dukungan iklan hanya naik 50 sen per bulan atau 4 persen menjadi USD 12,49 untuk tiap layanan.
Paket bundel Disney+/Hulu bebas iklan juga mengalami kenaikan sebesar USD 2 per bulan menjadi USD 21,99. Adapun bundel dengan dukungan iklan naik 50 sen menjadi USD 12,99.
Dengan angka tersebut, berlangganan paket bundel kini hampir setengah harga dari berlangganan masing-masing layanan secara terpisah. Bloomberg menjadi media pertama yang melaporkan kenaikan harga ini.
Strategi penetapan harga Disney selama beberapa tahun terakhir memang mendorong pengguna untuk membeli paket bundel kedua layanan. Pasalnya, pelanggan dengan paket bundel cenderung lebih kecil kemungkinannya untuk berhenti berlangganan.
Di luar harga promo, selisih harga bundel dengan dua langganan terpisah kini berada di titik terdekat dengan setengah harga sepanjang sejarah layanan ini.
Kenaikan harga Disney+ dan Hulu ini merupakan yang keempat dalam empat tahun terakhir. Langkah ini juga menjadi contoh terbaru dari fenomena inflasi streaming yang sejak 2022 naik sekitar tiga kali lebih cepat dibandingkan tingkat inflasi secara umum.
Sebagai perbandingan, paket premium Netflix masih menjadi langganan individual termahal di pasar dengan harga USD 26,99 per bulan. Angka itu empat dolar lebih mahal dibandingkan tier tertinggi HBO Max.
Kenaikan harga ini menambah tekanan bagi konsumen yang harus mengatur pengeluaran untuk beberapa layanan streaming sekaligus. Bagi Disney, strategi bundel menjadi cara agar pengguna tetap bertahan di ekosistem mereka meski tarif terus menyesuaikan kondisi pasar.