SUMATERA SELATAN — Lee Clark mengundurkan diri sebagai head coach Hartlepool United dengan efek langsung setelah kekalahan 3-1 dari Worthing di kandang sendiri. Kekalahan itu menjadi yang ketiga beruntun dan keenam dalam tujuh pertandingan terakhir, membuat Pools turun ke peringkat 18 sebelum kick-off sore di National League.
Keputusan tersebut disampaikan Clark langsung dalam wawancara usai pertandingan melawan Worthing. Pelatih asal Inggris itu tidak menunggu evaluasi klub dan memilih menyudahi masa jabatannya di Victoria Park.
Hartlepool menelan kekalahan 3-1 di hadapan pendukung sendiri. Hasil itu memperpanjang tren buruk menjadi tiga kekalahan beruntun dan enam dari tujuh laga terakhir di National League.
Posisi klub di klasemen pun merosot ke peringkat 18 sebelum pertandingan sore lainnya dimulai. Tekanan dari tribun sudah terasa sejak laga berlangsung, dengan sebagian fans menyerukan pergantian pelatih.
Clark menyampaikan keputusannya secara terbuka kepada BBC Radio Tees usai laga. Ia mengaku gagal memberikan yang terbaik untuk klub dan para pendukung.
"Saya mengundurkan diri dari posisi ini dengan efek langsung," kata Clark, mantan pemain Newcastle, Sunderland, dan Fulham tersebut.
"Saya ingin memberi klub ini dan para fans sesuatu yang bisa dibanggakan, seperti yang mereka layak dapatkan, tapi sayangnya saya tidak mampu melakukannya," tambahnya.
Clark juga menyatakan bahwa ia datang dengan antusiasme besar untuk membawa Hartlepool kembali ke posisi yang semestinya. "Saya bersemangat mengambil pekerjaan ini dan ingin menjadi orang yang membawa mereka kembali ke tempat yang mereka butuhkan dan layak, tapi semuanya tidak berjalan sesuai rencana," ujarnya.
Clark mengambil alih kursi pelatih Hartlepool pada musim panas, setelah sempat menangani Rotherham United pada akhir musim lalu. Sebelumnya ia juga pernah memimpin Huddersfield Town dan Birmingham City.
Namun masa jabatannya di Victoria Park tidak berlangsung lama. Rangkaian hasil buruk membuat posisinya tidak lagi bisa dipertahankan.
Hartlepool United diambil alih pada Januari oleh pengusaha Amerika, Landon Smith. Klub asal County Durham itu berambisi mengakhiri empat tahun mereka di National League, kompetisi di luar English Football League.
Kepergian Clark membuat manajemen harus kembali mencari pelatih permanen. Pencarian ini menjadi yang kesembilan bagi klub selama periode di luar English Football League tersebut.