PT BPP Banyuasin Andalkan Injeksi Air Jaga Lahan Gambut dari Karhutla Musim Kemarau

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Kamis, 17 September 2026 | 17:44:32 WIB

PT Bumi Persada Permai (PT BPP) di Banyuasin, Sumatera Selatan, menerapkan sistem injeksi air untuk menjaga ketersediaan air di kawasan gambut selama musim kemarau. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bertumpu pada empat pilar, yakni persiapan, pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat. Pengelolaan tata air dinilai menentukan efektivitas upaya penanganan karhutla di lapangan.

BANYUASIN — Expert Water Management PT BPP, Bowo Suratmanto, menyatakan bahwa menjaga kelembaban gambut menjadi salah satu kunci utama dalam menekan risiko kebakaran. Menurutnya, mempertahankan tinggi muka air melalui infrastruktur tata air saja tidak cukup ketika pasokan air mulai menurun.

"Menjaga gambut tetap dalam kondisi lembab merupakan salah satu kunci dalam menekan risiko kebakaran. Selain mempertahankan tinggi muka air melalui infrastruktur tata air, diperlukan langkah tambahan ketika ketersediaan air mulai menurun," ujar Bowo di Banyuasin.

Cara Kerja Injeksi Air: Pindahkan Cadangan ke Zona Kering

Sistem injeksi memindahkan air dari lokasi yang masih memiliki cadangan menuju kawasan yang mulai kekurangan air. Sumbernya bisa berasal dari sungai, embung, atau sumber lain yang tersedia. Air kemudian dialirkan memakai pompa melalui jaringan yang sudah terpasang di lapangan.

Perpindahan dilakukan secara bertahap dari satu zona ke zona lain. Air itu dimanfaatkan untuk menjaga cadangan pada kanal dan embung agar tetap tersedia saat kondisi lapangan mengering.

"Prinsipnya bukan hanya menambah volume air, tetapi memastikan air tersedia di lokasi yang membutuhkan dan pada saat yang tepat. Ketersediaan air sangat menentukan efektivitas upaya pencegahan maupun penanganan karhutla," kata Bowo.

Kapasitas Pompa: 18.000 Liter per Menit hingga Bazooka 2.400 Liter

Untuk memindahkan air dalam jumlah besar, PT BPP memakai beberapa jenis pompa yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Pompa sentrifugal memiliki kapasitas sekitar 18.000 liter per menit. Pompa axial mampu memindahkan sekitar 12.000 liter per menit dan digunakan antara lain untuk mendukung pemindahan air antarsekat kanal.

Perusahaan juga mengembangkan pompa bazooka berkapasitas sekitar 2.400 liter per menit untuk kebutuhan pembasahan pada kondisi tertentu. Pemilihan pompa mempertimbangkan lokasi sumber air, kondisi medan, jarak distribusi, serta volume air yang dibutuhkan.

Sistem injeksi dapat dikombinasikan dengan embung atau water trap agar air yang telah dipindahkan tertahan lebih lama dan bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Sekat Kanal dan Tantangan Evaporasi di Musim Kemarau

Selain injeksi, pengelolaan air dilakukan lewat sekat kanal yang berfungsi menahan dan mengatur pergerakan air di kawasan gambut. Pada lokasi tertentu, sistem tersebut disesuaikan dengan karakteristik hidrologi setempat, termasuk kawasan yang dipengaruhi pasang surut.

Ketersediaan air tetap berpotensi berkurang pada musim kemarau akibat evaporasi dan transpirasi. Kondisi itu membuat cadangan air di kanal dan embung perlu dijaga sejak awal periode kering.

Dampak ke Produktivitas dan Risiko Penurunan Permukaan Gambut

Bowo menyebut pengelolaan air tidak hanya berkaitan dengan pencegahan karhutla. Kondisi tata air juga berpengaruh terhadap kelembaban gambut, produktivitas tanaman, mobilitas operasional, hingga risiko penurunan permukaan gambut atau peat subsidence.

"Prinsipnya adalah bagaimana air yang tersedia dapat dikelola, dipindahkan, disimpan, dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan sebagai bagian dari sistem pengelolaan kawasan secara menyeluruh," jelasnya.

Saat kebakaran terjadi, kanal dan embung yang masih memiliki cadangan air dapat digunakan untuk mendukung pembasahan maupun operasi pemadaman di sekitar lokasi kejadian. Sumber air yang tersedia di lapangan memungkinkan tim menjangkau titik api lebih cepat.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top