SUMATERA SELATAN — Ganda putra Leo Rolly Carnando menyebut kegagalan di Asian Games Hangzhou sebagai pengalaman pahit yang harus dibayar tuntas di Jepang. PBSI sudah menetapkan target jelas: Indonesia tidak boleh pulang dengan tangan kosong lagi.
"Kegagalan di Asian Games Hangzhou kami jadikan pelajaran dan pengalaman. Kami harus perbaiki kesalahan, jangan diulangi lagi. Di Nagoya nanti kami harus tampil lebih berani," kata Leo dalam keterangan tertulis PBSI, Senin (14/9).
Pernyataan itu disampaikan Leo di sela pemusatan latihan menjelang keberangkatan ke Jepang. Ia menyadari tekanan sejarah membuat persiapan kali ini berbeda dari turnamen-turnamen biasa.
Pasangan Leo/Daniel Marthin datang dengan kepercayaan diri tambahan setelah mengalahkan ganda putra peringkat satu dunia, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, di babak pertama China Masters. Hasil itu jadi bekal berharga menuju Asian Games.
"Hari ini latihannya cukup baik dan programnya adalah menjaga latihan kami yang di Indonesia. Suasana di sini enak dan kebersamaan tim mulai terbangun. Semoga terus positif dari hari ke hari," ujar Daniel.
Daniel juga mewaspadai kehadiran wakil-wakil lain yang bisa menghadang langkah mereka ke podium tertinggi. Persaingan ganda putra Asia dipastikan tidak ringan.
Dari sektor tunggal putri, pelatih Imam Tohari memilih menaikkan intensitas latihan setelah menilai kondisi anak asuhnya sudah bagus di hari pertama. Fokusnya adalah kesiapan pukulan dan pergerakan di lapangan.
"Di hari pertama kondisi tunggal putri saya rasa sangat bagus semua. Makanya tadi intensitas latihannya sedikit saya naikkan agar hari-hari berikutnya semakin membaik," tutur Imam.
"Programnya ada pukulan-pukulan dan pergerakan di lapangan dengan speed yang sedang biar besok sudah bisa lebih biasa," ia menambahkan.
Indonesia memberangkatkan 20 atlet untuk cabang badminton Asian Games 2026, terbagi rata 10 atlet putra dan 10 atlet putri. Seluruh pertandingan berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium pada 20-29 September 2026.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, tim badminton Indonesia berharap tren positif di sesi latihan bisa berlanjut ke lapangan pertandingan. Sejarah kelam Hangzhou hanya boleh terjadi sekali.