PALEMBANG — Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan menyerahkan surat keputusan pengukuhan kepada pengurus baru Pokjawas Madrasah Provinsi Sumsel masa bakti 2026-2030. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Mohammad Iqbal Romzi, Kepala BDK Palembang Mukmin, serta Kepala Bidang Pendidikan Madrasah A. Elhiqny.
Syafitri menyebut madrasah di Sumsel kini bukan lagi pilihan kedua bagi masyarakat. Ia menegaskan kepercayaan publik yang meningkat harus diimbangi dengan tata kelola yang profesional, dan di titik itulah peran pengawas menjadi krusial.
"Madrasah saat ini telah tumbuh menjadi destinasi pendidikan favorit dan pilihan utama masyarakat Sumsel. Meningkatnya kepercayaan publik ini harus diimbangi dengan kualitas pengelolaan yang makin profesional. Di sinilah peran vital pengawas madrasah. Pengawas madrasah bukan sekadar melakukan fungsi kontrol administrasi, melainkan menjadi motor penggerak inovasi, konsultan pembelajaran, serta mentor bagi kepala madrasah dan guru," tegas Syafitri.
Ia menambahkan, pengawas idealnya hadir sebagai mitra yang membantu kepala madrasah dan guru menemukan solusi atas persoalan pembelajaran di lapangan. Orientasi kerja semacam ini dinilai mampu mempercepat peningkatan mutu secara merata di 17 kabupaten/kota.
Mohammad Iqbal Romzi yang turut hadir memaparkan delapan peranan yang harus melekat pada madrasah saat ini. Menurutnya, lembaga pendidikan Islam harus berfungsi sebagai majelis ilmu dan zikir, aula pembinaan akidah dan akhlak, serta dunia pendidikan yang menyenangkan bagi siswa.
"Delapan peranan vital ini merupakan fondasi penting agar madrasah tidak hanya melahirkan siswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berkarakter mulia. Komisi VIII DPR RI terus berkomitmen mendorong kebijakan serta alokasi dukungan yang berpihak pada peningkatan kapasitas pengawas dan sarana pendidikan madrasah di Sumatera Selatan," ujar Mohammad Iqbal Romzi.
Selain itu, madrasah juga dituntut menjadi rumah ibadah yang indah, arena pengembangan diri, sekolah kehidupan, area bebas maksiat, hingga halaman ramah kebajikan. Kerangka ini menjadi acuan bagi pengawas dalam menyusun program pendampingan ke depan.
Melalui pengukuhan ini, Pokjawas Madrasah Sumsel diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarwilayah. Keseragaman persepsi antar pengawas dari 16 kabupaten/kota menjadi kunci agar standar mutu pendidikan Islam di Bumi Sriwijaya tidak timpang.
Rakerwil yang digelar setelah pengukuhan menjadi ajang perdana bagi pengurus baru untuk menyusun program kerja strategis. Fokus utamanya adalah pelayanan terbaik bagi lembaga pendidikan Islam, sekaligus menjawab tantangan peningkatan profesionalisme pengawas di tengah dinamika kurikulum nasional.