PALEMBANG — Kodim 0418/Palembang mengerahkan Babinsa untuk menangani kebakaran lahan gambut dan semak belukar seluas sekitar lima hektare di Kelurahan Karya Jaya, perbatasan Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Penanganan dilakukan bersama tim gabungan setelah beberapa pekan terakhir titik api mulai muncul di kawasan pinggiran kota.
Komandan Kodim 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto menyatakan peran Babinsa kini dioptimalkan untuk memantau kawasan yang memiliki banyak lahan kosong, semak belukar, dan pepohonan. Mereka juga bertugas melakukan aksi pencegahan serta pemadaman bersama masyarakat setempat.
"Menghadapi puncak kemarau September 2026 ini, peran Babinsa dioptimalkan memantau kawasan yang terdapat banyak lahan kosong, semak belukar dan pohon, serta melakukan berbagai aksi yang bisa mencegah terjadinya karhutla dan pemadaman bersama masyarakat setempat," kata Kolonel Erik di Palembang, Senin.
Dalam beberapa pekan terakhir, Babinsa bergerak cepat memadamkan kebakaran lahan kosong bersama warga di sejumlah titik rawan. Wilayah yang sudah mendapat penanganan meliputi Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, serta kawasan Jalan Sungai Lacak, RT 14/RW 05, Kelurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus, Palembang.
Selain di dalam kota, kebakaran lahan gambut lima hektare di Karya Jaya, Ogan Ilir, juga menjadi perhatian serius karena lokasinya berbatasan langsung dengan permukiman.
Untuk mencegah kebakaran terulang, Babinsa bersama unsur terkait terus melakukan pengamanan lokasi dan tindakan pencegahan. Koordinasi dilakukan dengan Bhabinkamtibmas serta pihak pemadam kebakaran setempat.
Kecepatan respons di daerah pinggiran kota yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Ilir dan Banyuasin dinilai penting. Dua kabupaten tersebut masuk kategori rawan karhutla, dan asap dari kebakaran mulai mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat Palembang.
Kolonel Erik menegaskan keterlibatan prajurit TNI dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama menjaga kota tetap aman dan terbebas dari karhutla. Ia meminta sinergi antarinstansi terus diperkuat, mulai dari pencegahan hingga kecepatan penanganan.
"Sinergi seluruh pihak harus makin kokoh, mulai dari langkah pencegahan, kesiapsiagaan personel, hingga kecepatan penanganan jika ditemukan titik api," jelas Komandan Kodim Kolonel Erik.