Review XPeng X9 Pro: MPV 5,29 Meter dengan Kemampuan Belok Sedan Berkat Roda Belakang Aktif

Penulis: Faisal Zuber  •  Selasa, 01 September 2026 | 16:36:31 WIB
XPeng X9 Pro melintasi gang selebar empat meter di Sumatera Selatan untuk menguji klaim radius putar 5,4 meter.

SUMATERA SELATAN — Kami mendapat kesempatan menjajal XPeng X9 Pro di kondisi jalan perkotaan yang padat, termasuk mencoba manuver di gang selebar sekitar 4 meter dan area parkir sempit. Pengujian singkat ini difokuskan pada klaim utama pabrikan: radius putar 5,4 meter untuk bodi sepanjang 5.293 milimeter. Hasilnya, klaim tersebut terbukti bekerja — mobil ini berbelok jauh lebih lincah dari perkiraan visualnya.

Kenapa 5,29 Meter Tidak Terasa Sebesar Itu

Rahasia utamanya ada di Active Rear-Wheel Steering. Roda belakang ikut membelok hingga ±5 derajat, berlawanan arah dengan roda depan saat kecepatan rendah. Efeknya, titik putar mobil bergeser ke tengah sehingga manuver seperti putar balik atau masuk gang sempit terasa seperti mengendarai mobil segmen menengah.

Perbandingannya gamblang: Toyota Alphard yang panjangnya 5.010 milimeter punya radius putar lebih besar. XPeng X9 Pro yang 28 sentimeter lebih panjang justru punya radius putar 5,4 meter, sementara pesaing langsungnya, Denza D9, butuh 5,95 meter. Di jalan sempit, selisih sekitar 0,5 meter ini berarti beda antara sekali putar atau harus mundur dua kali.

Untuk konteks, bobot X9 Pro mencapai 2.750 kg dengan jarak sumbu roda 3.160 mm. Bobot sebesar itu biasanya memperberat rasa kemudi saat manuver lambat, tapi sistem ini memotong kesan tersebut secara signifikan saat parkir maupun keluar-masuk gang.

Fitur Parkir dan Sensor: Bantuan yang Benar-Benar Dipakai

XPeng tidak hanya mengandalkan roda belakang. Ekosistem XPILOT Assist dengan chip Turing XP5 menggerakkan 3 radar gelombang milimeter, 12 radar ultrasonik, dan 12 kamera. Saat dipakai di area padat, fitur yang paling terasa berguna adalah Transparent Chassis — pengemudi bisa melihat posisi roda terhadap aspal dan polisi tidur lewat layar, mengurangi tebakan saat melewati jalan berlubang atau tanjakan sempit.

Remote Parking Assist juga bekerja mulus untuk keluar dari parkiran yang pintunya tidak cukup lebar. Mobil bisa diparkir sendiri dari luar pakai ponsel, mirip cara kerja fitur di beberapa mobil listrik Cina lain. Bantuan ini relevan untuk pemilik yang sering berhadapan dengan parkiran rumah tipe minimalis di perkotaan.

Harga dan Pesaing: Bukan Cuma Soal Fitur

Banderol X9 Pro di Indonesia menempatkannya di segmen yang sama dengan Alphard dan Denza D9. Namun pendekatannya beda: Alphard menjual status dan kenyamanan hybrid, sedangkan X9 Pro menjual teknologi dan efisiensi listrik.

Dengan koefisien hambatan udara 0,236 Cd (drag coefficient), konsumsi energi di jalan tol lebih hemat karena baterai tidak banyak terbuang melawan angin. Ini angka yang langka untuk MPV berbodi boks — mayoritas pesaingnya berada di atas 0,28 Cd.

Kekurangan yang Perlu Diperhatikan

  • Bobot 2.750 kg memengaruhi konsumsi daya di macet — saat berhenti-jalan di lalu lintas padat, regenerasi energi tidak bisa sepenuhnya menutup beban akselerasi dari diam yang memakan baterai lebih besar.
  • Lebar 1.988 mm menguji keberanian di jalan propinsi — meski beloknya lincah, lebar bodi tetap terasa saat berpapasan dengan truk di jalan dua lajur tanpa marka.
  • Jaringan servis XPeng di Indonesia masih terbatas — berbeda dengan Toyota yang punya bengkel di hampir setiap kota, pemilik X9 Pro harus mempertimbangkan akses ke dealer resmi untuk perawatan berkala.

Verdict: Teknologi yang Menjawab Masalah Nyata

XPeng X9 Pro adalah bukti bahwa ukuran besar tidak harus dibayar dengan kesulitan parkir. Active Rear-Wheel Steering dan paket sensor XPILOT bekerja — ini bukan gimmick, melainkan solusi teknis yang langsung terasa di minggu pertama pemakaian. Untuk pemilik yang sering berkendara sendirian tanpa sopir, fitur ini menghilangkan kecemasan yang biasanya menyertai MPV raksasa.

Yang perlu dipertimbangkan serius adalah aspek after-sales dan biaya operasional listrik di luar kota besar. Kalau mayoritas perjalananmu di Jabodetabek dengan rumah berpintu sempit, X9 Pro memberi nilai lebih dibanding Alphard. Tapi buat yang rutin mudik ke daerah dengan infrastruktur charging minim, pertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: otomotif.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top