Dosen dan Mahasiswa Polsri Latih Siswa SMKN 2 Palembang Ubah Kaleng Bekas Jadi Tawas untuk Jernihkan Air

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 00:03:01 WIB
Siswa SMKN 2 Palembang mengikuti pelatihan pengolahan kaleng bekas menjadi tawas yang dipandu dosen dan mahasiswa Polsri.

PALEMBANG — Limbah kaleng aluminium kerap berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mencemari lingkungan. Tim Pengabdian Kerja Sama Dosen dan Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) mencoba memutus mata rantai itu dengan mengajak siswa SMKN 2 Palembang mengolah kaleng bekas menjadi tawas, koagulan yang dipakai untuk mengolah air bersih maupun air limbah.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini digelar di SMKN 2 Palembang pada Sabtu (29/8/2026). Tim dipimpin Ir. Siti Chodijah, M.T., beranggotakan Ir. Jaksen, M.Si., Zurohaina, S.T., M.T., serta tiga mahasiswa Polsri: Selvi Ananda Putri, Alfar Endriansyah, dan Nadia Fibri Saputri.

Metode Leaching dan Kristalisasi untuk Ekstraksi Aluminium

Para siswa tidak hanya diberi teori, tetapi juga praktik langsung mengubah kaleng bekas menjadi tawas. Prosesnya menggunakan metode leaching dan kristalisasi.

Pada tahap leaching, aluminium dari kaleng bekas diekstraksi menggunakan larutan KOH. Proses berlanjut dengan penambahan larutan H?SO? hingga terbentuk kristal tawas melalui kristalisasi.

Ketua tim pengabdian, Ir. Siti Chodijah, M.T., mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan teknologi sederhana yang berdampak langsung pada lingkungan. Ia menambahkan, metode ini berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif bagi siswa.

Produk Tembus Uji SNI, Layak Jadi Koagulan Air

Tawas hasil praktik siswa tidak sekadar jadi proyek sekolah. Produk tersebut diuji berdasarkan standar SNI 0032:2011 dengan parameter meliputi rendemen, nilai pH, kadar aluminium oksida, kadar besi, serta bagian yang tidak larut dalam air.

Hasil pengujian menunjukkan tawas dari kaleng bekas ini layak dimanfaatkan sebagai koagulan dalam proses pengolahan air bersih maupun air limbah. Artinya, produk yang dihasilkan siswa memiliki nilai guna nyata, bukan sekadar praktikum belaka.

Enam Target: dari Kepedulian Lingkungan hingga Jiwa Wirausaha

Pelaksanaan pengabdian ini membidik enam capaian utama. Pertama, meningkatkan pengetahuan siswa tentang pengelolaan limbah aluminium—pemahaman peserta diukur lewat pre-test dan post-test. Kedua, membekali keterampilan teknis melalui praktik langsung.

Ketiga, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dengan edukasi pengurangan sampah anorganik. Keempat, membangun kemitraan berkelanjutan antara Polsri dan SMKN 2 Palembang dalam pengembangan teknologi tepat guna.

Kelima, mendorong inovasi dengan memperkenalkan metode pengolahan limbah yang relatif sederhana dan mudah dipelajari siswa. Keenam, menanamkan jiwa kewirausahaan melalui konsep eco-technopreneurship, yakni peluang usaha yang memanfaatkan limbah sambil tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Limbah Bukan Akhir, Melainkan Awal dari Nilai Ekonomi

Kegiatan ini menegaskan bahwa kaleng bekas yang selama ini dianggap sampah bisa menjadi bahan baku bernilai ekonomi. Dengan keterampilan ini, siswa diharapkan tidak hanya pandai mengolah limbah, tetapi juga mampu melihat peluang bisnis di dalamnya.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan ini menjadi contoh konkret penguatan ekosistem pendidikan vokasi. Polsri membawa riset dan teknologi, sementara SMKN 2 Palembang menyediakan lahan praktik yang siap mencetak wirausahawan muda berbasis lingkungan.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: poskita.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top