PALEMBANG — Pengakuan nasional kembali diraih Sumatera Selatan di sektor ekonomi kerakyatan. Program 100.000 Sultan Muda dinobatkan sebagai program literasi keuangan terbaik tingkat provinsi dalam Financial Literacy Award (FLA) 2026, menyisihkan sejumlah daerah lain setelah melalui serangkaian seleksi ketat.
Penghargaan tersebut diterima pada puncak Bulan Literasi Keuangan dan Hari Indonesia Menabung 2026. Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang hadir didampingi Duta Literasi Sumatera Selatan yang juga Anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva.
Sebelum diumumkan sebagai pemenang, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru telah memaparkan strategi program ini di hadapan dewan juri pada 28 Juli 2026. Kunci utamanya terletak pada pendekatan yang tidak sekadar mengajarkan menabung, melainkan menumbuhkan jiwa wirausaha.
Program 100.000 Sultan Muda dibangun di atas semangat "Literasi Keuangan Melahirkan Wirausaha, Wirausaha Menggerakkan Pembangunan Daerah." Pendekatan ini dinilai juri berbeda dari program serupa di daerah lain yang umumnya berhenti pada sosialisasi produk keuangan.
Hingga Juli 2026, program ini telah menghimpun 10.951 anggota. Sebanyak 182 kegiatan edukasi dan pendampingan sukses digelar dengan menjangkau lebih dari 56.600 peserta di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
Keunggulan program ini terletak pada rantai pendampingan yang tidak terputus. Anggota tidak hanya diberi materi, tetapi juga difasilitasi untuk mengakses pembiayaan produktif, mengikuti inkubasi usaha, hingga mengikuti business matching untuk membuka akses pasar.
Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama. Pelaku UMKM binaan didorong untuk adaptif terhadap teknologi agar produknya mampu bersaing, bahkan hingga menembus pasar ekspor komoditas unggulan daerah.
“Penghargaan ini tentu bukan menjadi titik akhir, melainkan penyemangat bagi kita untuk terus memperkuat kolaborasi, menghadirkan program yang semakin berdampak, dan berbuat lebih baik lagi bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Cik Ujang.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto menegaskan pihaknya bertindak sebagai Sultan Muda Sumsel Center (SMSC). OJK berperan sebagai ecosystem enabler yang memastikan peningkatan literasi berjalan seiring dengan perluasan inklusi keuangan.
Kolaborasi multipihak menjadi kunci. Selain Pemprov dan OJK, program ini melibatkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), industri jasa keuangan, serta akademisi dan komunitas.
Duta Literasi Sumatera Selatan Ratu Tenny Leriva menyampaikan bahwa peningkatan literasi harus diarahkan pada perubahan perilaku. Masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat dan produktif.
“Melalui Program 100.000 Sultan Muda Sumsel, semangat literasi diwujudkan secara nyata dengan mendorong generasi muda menjadi lebih berdaya, mandiri, dan produktif. Semoga penghargaan ini menjadi energi baru untuk terus memperluas manfaat literasi keuangan bagi kesejahteraan masyarakat. Salam literasi, literasi untuk kesejahteraan,” kata Ratu Tenny.
Ke depan, program ini diharapkan semakin memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi Sumatera Selatan. Target utamanya adalah penciptaan wirausaha baru, perluasan lapangan kerja, dan penguatan daya saing UMKM menuju Sumatera Selatan Maju Terus Untuk Semua.