PALEMBANG — Ribuan personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dari berbagai daerah memadati Stadion Jakabaring Sport City, Palembang, Jumat (28/8/2026). Mereka mengikuti Apel Akbar sekaligus pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (ASLINMAS) se-Indonesia oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus.
Wamendagri menegaskan, kekuatan lebih dari 1,2 juta personel yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota tidak boleh berhenti pada fungsi keamanan konvensional. Mereka didorong menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan, bencana alam, hingga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Peran Satlinmas semakin krusial di tengah meningkatnya ancaman bencana. Wamendagri menyoroti gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) serta ribuan titik panas atau hotspot di sejumlah provinsi prioritas sebagai alarm kewaspadaan bersama.
"Satlinmas diharapkan menjadi mata dan telinga pemerintah dalam deteksi dini serta penanganan bencana alam dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan," demikian pokok amanat Wamendagri dalam kegiatan tersebut.
Keberadaan personel di tingkat desa dan kelurahan dinilai strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 yang mengatur urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas) sebagai pelayanan dasar wajib pemerintah.
Untuk memperkuat peran tersebut, Wamendagri menyoroti pentingnya mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling). Saat ini, tercatat 469.076 Poskamling tersebar di 75.288 desa dan 8.496 kelurahan di Indonesia.
Poskamling dinilai bukan sekadar pos jaga, melainkan titik penguatan keamanan berbasis masyarakat. Melalui wadah ini, semangat gotong royong dan kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar diharapkan kembali hidup.
Lebih jauh, Wamendagri menyampaikan tiga pesan utama kepada jajaran Satlinmas. Pertama, peningkatan kapasitas dan profesionalisme anggota melalui pembinaan serta pelatihan berkelanjutan.
Kedua, penguatan sinergi lintas lembaga. Koordinasi yang solid diperlukan antara Satlinmas dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, pemadam kebakaran, hingga pemerintah desa dan kelurahan.
Ketiga, mendekatkan diri kembali dengan masyarakat. Langkah ini dilakukan melalui pengaktifan Poskamling dan penguatan nilai kebersamaan di tingkat akar rumput.
Selain aspek keamanan dan kebencanaan, Satlinmas juga diharapkan turut menciptakan lingkungan kondusif bagi pelaksanaan program prioritas pemerintah. Beberapa di antaranya adalah program makan bergizi gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, ketahanan pangan, serta pengentasan kemiskinan. Dengan jaringan hingga ke tingkat desa dan kelurahan, Satlinmas memiliki posisi penting untuk mendukung suksesnya program-program tersebut.