Analisis BDRC Sebut Isu Ketenagakerjaan Muba Paling Positif se-Sumsel, Ungguli Banyuasin dan Palembang

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:37:01 WIB
Founder BDRC menyampaikan sentimen positif tertinggi di Muba terkait pemberdayaan SDM lokal untuk peluang kerja.

PALEMBANG — Bukan sekadar angka, indeks ini mencerminkan bagaimana publik menilai arah kebijakan pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja. Founder BDRC, Fatkurohman, menyebut topik pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) lokal menjadi pendorong utama tingginya sentimen positif di Muba.

“Sentimen tertinggi Muba terdapat pada topik pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk menempati peluang pekerjaan di daerahnya. Sementara Banyuasin dan Palembang tertinggi pada topik job fair yang diselenggarakan di daerah tersebut,” ungkap Fatkurohman kepada media, baru-baru ini.

Job Fair Jadi Andalan Banyuasin dan Palembang

Berbeda dengan Muba yang fokus pada pemberdayaan tenaga kerja asli daerah, dua wilayah lain justru mendapat respons positif dari penyelenggaraan bursa kerja. Banyuasin dan Palembang sama-sama mencatat sentimen tertinggi pada agenda job fair yang dinilai mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung.

Meski ketiga daerah ini mencatatkan kinerja positif, analisis BDRC menemukan satu persoalan struktural yang masih menghambat. Keterbatasan akses informasi mengenai lowongan pekerjaan menjadi catatan tersendiri yang perlu dijawab oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Media Sosial Jadi Pekerjaan Rumah OPD

Fatkurohman menegaskan bahwa persoalan distribusi informasi ini krusial di tengah tingginya angka pencari kerja. Ia mendorong dinas terkait untuk lebih agresif memanfaatkan kanal digital yang sudah menjamur di masyarakat.

“Hal ini menjadi catatan, bagaimana organisasi perangkat daerah (OPD) ini bisa menjawab masalah tersebut dengan memanfaatkan akses informasi media sosial yang semakin menjamur,” ungkapnya.

Analisis BDRC ini dirilis dalam rangka Road To Anniversary Ke-3 yang akan digelar pada September mendatang. Data tersebut diolah dari perbincangan publik dan pemberitaan di Sumsel, menjadikannya salah satu rujukan untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah di bidang ketenagakerjaan.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: halosumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top