Laba BUMN Capai Rp39,92 Triliun, Danantara Siap Kelola Aset Negara untuk Perkuat Ekonomi

Penulis: Faisal Zuber  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:40:31 WIB
Laba BUMN tercatat mencapai Rp39,92 triliun hingga kuartal III 2025 sebagai modal awal pengelolaan aset oleh Danantara.

SUMATERA SELATAN — Transformasi pengelolaan badan usaha milik negara (BUMN) kini memasuki babak operasional. Setelah resmi beroperasi, Danantara mendapat suntikan modal berupa laba perusahaan negara yang mencapai Rp39,92 triliun. Angka ini diyakini mampu menjadi katalis bagi Danantara untuk menjalankan mandatnya sebagai pengelola investasi yang lebih lincah dan transparan.

Pengamat ekonomi Satria Aji menilai langkah ini merupakan pergeseran paradigma besar. BUMN tidak lagi sekadar mengejar keuntungan internal, tetapi juga menjadi instrumen untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Kinerja Keuangan yang Menjadi Modal Awal

Capaian laba hingga kuartal III 2025 tersebut ditopang oleh kinerja solid sejumlah emiten pelat merah. Kontributor utama masih didominasi oleh sektor perbankan dan energi, seperti BRI, Bank Mandiri, Pertamina, dan PLN. Meski demikian, BUMN karya dan telekomunikasi juga mencatatkan perbaikan margin yang signifikan.

Dengan modal tersebut, Danantara memiliki ruang fiskal untuk berinvestasi pada proyek-proyek strategis nasional. Prioritasnya mencakup hilirisasi minerba, pembangunan infrastruktur energi terbarukan, serta penguatan ekosistem pangan.

Dampak ke Masyarakat dan Iklim Usaha

Ekspektasi publik terhadap Danantara tidak hanya soal perbaikan tata kelola internal BUMN. Lebih dari itu, publik menunggu bagaimana dividen dan laba tersebut dapat ditransformasikan menjadi lapangan kerja baru dan penurunan biaya logistik nasional.

Menurut Satria Aji, jika Danantara mampu menjalankan peran sebagai super holding dengan manajemen profesional, dampaknya akan terasa hingga ke tingkat daerah. UMKM, misalnya, bisa menikmati akses pembiayaan yang lebih murah melalui sinergi perbankan BUMN yang lebih efisien.

"Efisiensi di level holding harus berdampak pada harga pokok produksi di sektor riil. Itu kuncinya," ujar Satria Aji kepada awak media, menekankan pentingnya transmisi kebijakan dari level korporasi ke ekonomi kerakyatan.

Rencana Aksi dan Target ke Depan

Pemerintah menargetkan Danantara dapat mengelola aset kelolaan hingga ratusan triliun rupiah dalam lima tahun pertama. Langkah awal yang tengah disiapkan adalah pemetaan portofolio dan restrukturisasi anak usaha yang selama ini membebani kinerja induk.

Sebagai langkah konkret, Danantara akan mulai melakukan peninjauan ulang terhadap proyek-proyek yang mangkrak atau memiliki rasio utang tinggi. Beberapa BUMN konstruksi dan industri manufaktur disebut-sebut akan menjadi prioritas penyehatan.

Dengan struktur baru ini, diharapkan tidak ada lagi tumpang tindih investasi antar-BUMN. Setiap keputusan investasi akan mengacu pada prinsip kehati-hatian dan kajian risiko yang lebih ketat, sehingga setiap rupiah laba negara yang dikelola benar-benar memberi nilai tambah jangka panjang bagi perekonomian nasional.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top