PALEMBANG — Ratusan pekerja, jajaran manajemen, mitra kerja, dan pelajar dari lingkungan Kilang Plaju mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih di Lapangan Aneka Komperta Plaju, Senin (17/8/2026). Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju, Khabibullah Khanafie, bertindak sebagai pembina upacara dalam peringatan yang mengusung tema nasional "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Mengusung tema korporasi "Energi Merah Putih, Indonesia Makmur", Pertamina menempatkan momen kemerdekaan sebagai refleksi bahwa Proklamasi 1945 harus terus diisi dengan kerja keras menghadirkan energi terbaik bagi bangsa. Upacara berlangsung khidmat dengan pembacaan Naskah Proklamasi dan Pembukaan UUD 1945 oleh pekerja muda, serta pengibaran bendera oleh sejumlah pekerja.
Dalam amanatnya, Khanafie menyampaikan pesan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, yang memaknai kemerdekaan energi dalam tiga pilar utama. Pilar pertama, kedaulatan, menegaskan bahwa kemampuan bangsa menentukan masa depannya dengan kekuatan sendiri bergantung pada ketahanan energinya.
"Kedaulatan adalah kemampuan bangsa menentukan masa depannya dengan kekuatan sendiri. Bagi Pertamina, menjaga ketahanan energi adalah menjaga kemerdekaan Indonesia," ujar Khanafie di hadapan peserta upacara.
Aspek keadilan energi diwujudkan melalui keberlanjutan program BBM Satu Harga, yang memastikan seluruh masyarakat mendapat akses energi setara di seluruh pelosok negeri. Sementara pada pilar kemakmuran, Pertamina memelopori perubahan geografi energi melalui transisi energi bersih.
Kilang Plaju turut mendorong sejumlah program energi baru terbarukan sebagai wujud komitmen transisi energi. Beberapa di antaranya adalah program biodiesel B50, pemanfaatan bioetanol, pengolahan minyak jelantah, hingga pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) untuk bahan bakar penerbangan ramah lingkungan.
Di sela-sela peringatan kemerdekaan, keluarga besar Kilang Plaju juga memanjatkan doa bersama serta menyalurkan empati dan solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga berarti kepedulian terhadap sesama.
Sebagai salah satu kilang pengolahan strategis nasional yang berdiri sejak 1904, Kilang Plaju memiliki kapasitas pengolahan mencapai 120 ribu barel per hari. Usia operasional yang panjang ini menjadikan Kilang Plaju pilar penting dalam menjaga pasokan energi di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.
"Energi terbesar Pertamina adalah pekerjanya. Selama semangat itu hidup di dalam hati setiap pekerja Pertamina, kita akan terus menyalakan harapan, menggerakkan pembangunan, dan menjaga Merah Putih tetap berkibar dengan penuh kehormatan," tutup Khanafie.
Suasana upacara semakin meriah dengan penampilan paduan suara dan marching band dari siswa SMA Patra Mandiri 2 Palembang dan TK Patra Mandiri, yang memancing antusiasme peserta upacara di akhir rangkaian acara.