SUMATERA SELATAN — Keterlibatan siswa dari tiga organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah itu merupakan strategi sekolah untuk mengenalkan kultur organisasi sejak jenjang pendidikan dasar. SDKUB tidak hanya mengajarkan nama dan identitas ortom, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama melalui praktik langsung di lapangan.
Kepala SDKUB Muhammadiyah Purworejo, Sutrisno, menyebut inovasi ini menjadi bukti sekolah terus bergerak dinamis dengan menghadirkan konsep baru setiap tahunnya. Menurutnya, perubahan dalam kegiatan sekolah harus diarahkan pada tujuan besar lembaga sebagai sekolah yang berorientasi pada kepemimpinan umat dan bangsa.
Sutrisno menegaskan proses pendidikan tidak berhenti pada pembelajaran di dalam kelas. Pengalaman siswa menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam kegiatan sekolah menjadi bagian penting pembentukan karakter kepemimpinan.
"Konsep yang baru ini merupakan langkah SDKUB untuk menjadi sekolah yang lebih baik, sesuai dengan tujuan kita, yaitu menjadi sekolah dasar kepemimpinan umat dan bangsa," ujar Sutrisno dalam amanatnya.
Ia menambahkan, pengenalan ortom Muhammadiyah melalui kegiatan semacam ini diharapkan menumbuhkan kedekatan siswa dengan gerakan Muhammadiyah sejak dini. Hal ini sejalan dengan semangat pendidikan Muhammadiyah yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kader yang mampu berkontribusi bagi umat dan bangsa.
HW merupakan kepanduan resmi Muhammadiyah yang fokus pada pembentukan jiwa kepemimpinan dan kemandirian. KOKAM adalah laskar pertahanan sipil yang menanamkan kesiapsiagaan dan kedisiplinan. Sementara IPM Kids adalah kaderisasi awal Ikatan Pelajar Muhammadiyah untuk membangun jiwa organisasi sejak sekolah dasar.
Kolaborasi ketiga unsur ini dalam satu upacara kemerdekaan menjadi media pembelajaran kontekstual. Siswa tidak sekadar mendengar teori kepemimpinan di kelas, tetapi langsung mempraktikkannya dalam peran nyata di hadapan seluruh warga sekolah.
Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di SDKUB Muhammadiyah Purworejo akhirnya tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengenal organisasi, belajar bertanggung jawab, serta menumbuhkan semangat kepemimpinan dan kebangsaan sejak dini.
Model pendidikan semacam ini relevan dengan kebutuhan regenerasi kader organisasi. Dengan mengenalkan ortom sejak sekolah dasar, siswa memiliki pondasi pemahaman organisasi yang lebih kuat dibandingkan jika baru diperkenalkan di jenjang menengah atau perguruan tinggi.