Wali Murid di Lahat Kecewa Area Tampil Lomba Drumband Dipersempit, Minta Jadwal Tidak Digabung Satu Hari

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:30:01 WIB
Suasana lomba drumband dan PBB di depan Stasiun Lahat, Sabtu (15/8/2026), berlangsung dengan area tampil yang dibatasi.

LAHAT — Kerja keras anak-anak yang berlatih berbulan-bulan untuk lomba Drumband dan PBB di Lahat mendapat ganjalan. Bukan soal menang atau kalah, melainkan teknis pelaksanaan yang dinilai tidak memberikan ruang tampil maksimal bagi seluruh peserta.

Sorotan utama wali murid tertuju pada pembatasan area tampil tim drumband di depan panggung atau meja juri, tepatnya di depan Stasiun Lahat, Sabtu (15/8/2026). Padahal, koreografi, formasi, dan transisi telah dirancang selama berbulan-bulan dengan menjadikan posisi juri sebagai pusat pandangan.

Perubahan Aturan yang Datang Terlambat

Perubahan teknis di lapangan ini dianggap berdampak signifikan pada penampilan dan konsep yang sudah dipersiapkan matang. Wali murid memahami adanya kendala teknis, namun menilai informasi perubahan area tampil seharusnya disampaikan sejak awal.

Hal itu penting agar para peserta memiliki kesempatan untuk melakukan penyesuaian sebelum tampil. "Kami bukan hanya berbicara mengenai menang atau kalah. Anak-anak sudah berlatih berbulan-bulan, mengorbankan waktu dan tenaga. Kami berharap perjuangan mereka dihargai dengan pelaksanaan lomba yang adil dan profesional," ungkap salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Jadwal Padat: Satu Hari untuk Tiga Jenjang

Selain soal area tampil, wali murid juga menyoroti padatnya jadwal lomba. Mereka meminta agar pelaksanaan lomba Drumband dan PBB tingkat SD, SMP, dan SMA tidak digabung dalam satu hari yang sama.

Pemisahan jadwal dinilai penting demi memberikan waktu tampil yang cukup serta proses penilaian yang lebih optimal bagi setiap jenjang. Hal ini juga untuk menjaga kualitas penampilan peserta yang energinya terkuras jika harus menunggu giliran terlalu lama.

Evaluasi untuk Kompetisi yang Lebih Profesional

Para wali murid berharap masukan ini menjadi bahan evaluasi bagi panitia. Mereka menginginkan penyelenggaraan berikutnya tidak sekadar menjadi kegiatan formalitas, melainkan ajang kompetisi yang adil, transparan, dan profesional.

Harapannya, lomba ini benar-benar memberikan ruang terbaik bagi kreativitas peserta. "Kami berharap perjuangan mereka dihargai dengan pelaksanaan lomba yang adil," tegas wali murid tersebut lagi.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: kliksumatera.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top