PALEMBANG — Aksi kriminalitas kembali menimpa anggota kepolisian di Palembang. JE, seorang anggota Dokkes Polda Sumsel, harus dilarikan ke rumah sakit setelah ditusuk dan dipukul oleh kawanan begal di Jalan Inspektur Marzuki, tepatnya di samping SDN 25, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan IB I, pada Jumat (7/8/2026) pukul 03.00 WIB.
Korban yang sehari-hari bertugas di bidang kesehatan kepolisian itu diketahui menyambi bekerja sebagai tukang ojek pangkalan untuk menambah penghasilan keluarga. Ironisnya, pekerjaan sampingan tersebut justru berujung pada peristiwa naas.
Peristiwa berawal saat JE mendapatkan dua orang penumpang di kawasan Jalan Soekarno Hatta, tempat biasa para penumpang bus antar kota turun dan mencari kendaraan sambung. Kedua penumpang yang terdiri dari seorang perempuan dan laki-laki itu meminta diantarkan ke kawasan Jalan Inspektur Marzuki.
"Suami saya itu ngojek, Pak, yang mencari penumpang dari mobil-mobil bus luar kota," ungkap istri korban, Ema Huzairoh (44), saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Senin (10/8/2026).
Setibanya di lokasi yang dituju, korban langsung dihantam menggunakan kayu balok pada bagian atas kepala. Tak berhenti di situ, para pelaku juga menusuk korban dengan pisau di bagian perut.
Akibat penganiayaan tersebut, JE mengalami empat luka tusuk di bagian perut, memar pada wajah kiri dan kanan, luka robek di bawah mata dan bibir, serta sejumlah luka sayatan pada kedua lengannya.
Selain menganiaya korban, kawanan pelaku juga membawa kabur sepeda motor Honda Beat tahun 2019 berwarna putih milik korban dengan nomor polisi BG 6384 ACK.
Laporan korban kini telah diterima petugas SPKT Polrestabes Palembang dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/2677/VIIl/2026/SPKT/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel tertanggal 9 Agustus 2026.
"Saya berharap laporan ini segera diproses dan pelaku ditangkap," jelas Ema.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan begal tersebut dan berupaya mengungkap identitas para pelaku yang kabur membawa motor korban.