PAGAR ALAM — Kota Pagar Alam di Provinsi Sumatera Selatan resmi menggenjot produksi bawang putih sebagai komoditas unggulan daerah. Dengan dukungan pemerintah pusat, wilayah berhawa sejuk ini menargetkan diri menjadi lumbung bawang putih utama di Sumatera Selatan, dimulai dari lahan 10 hektare yang akan diperluas bertahap menjadi 50 hektare dalam beberapa tahun ke depan.
Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, menyatakan kesiapan daerahnya menjalankan program yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin ketahanan pangan. Penanaman perdana secara nasional dijadwalkan pada tanggal 19 bulan ini, dan Pagar Alam menjadi salah satu daerah yang ditunjuk untuk mendukung program tersebut.
Kondisi geografis Pagar Alam dinilai sangat ideal untuk budidaya bawang putih. Lahan pertanian yang disiapkan berada di ketinggian 900 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang merupakan elevasi paling cocok untuk tanaman ini di Indonesia.
“Bawang putih merupakan kebutuhan yang sangat mendasar di Indonesia. Kita memiliki banyak keuntungan, yang pertama adalah ketinggian. Secara geografis kita sangat cocok untuk menanam bawang putih,” ujar Ludi Oliansyah dalam keterangannya, Selasa (11/2/2026).
Keseriusan program ini mendapat dorongan langsung dari pemerintah pusat. Bantuan berupa 1,2 ton benih bawang putih beserta sarana produksi pertanian akan disalurkan kepada kelompok tani di wilayah dataran tinggi tersebut.
Sekretaris Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, Diki Herlambang, menegaskan kesiapan jajarannya mengawal program dari hulu ke hilir. Pendampingan teknis akan diberikan mulai dari pengolahan tanah, pemupukan, pengendalian hama, hingga pascapanen agar produktivitasnya optimal.
“Kami menyambut baik bantuan 1,2 ton benih dari pusat. Secara agroklimat, wilayah Pagar Alam di ketinggian 900-1000 mdpl sangat cocok untuk bawang putih. Tugas kami memastikan kelompok tani mendapat pendampingan teknis,” jelas Diki.
Data yang dihimpun menyebutkan kebutuhan bawang putih nasional mencapai sekitar 700 ribu ton per tahun. Namun, sekitar 80 persen dari kebutuhan tersebut masih dipenuhi melalui impor. Kondisi ini menjadi celah besar bagi daerah dengan iklim sejuk seperti Pagar Alam untuk berkontribusi mengurangi ketergantungan impor.
“Hari ini kita melakukan persiapan untuk penanaman bawang putih yang merupakan bagian dari Asta Cita Bapak Presiden melalui Polri. Pagar Alam menjadi salah satu daerah yang mendapat tugas untuk mendukung program ketahanan pangan ini,” tambah Wali Kota.
Keberhasilan tahap awal di lahan 10 hektare akan menjadi tolok ukur perluasan ke 50 hektare. Dinas Pertanian juga mendorong petani membentuk jejaring pemasaran bersama agar harga di tingkat petani tetap stabil dan menguntungkan.
Wali Kota mengajak seluruh kelompok tani memanfaatkan bantuan benih sebaik-baiknya. Ia optimistis, jika dikelola serius dan berkelanjutan, Pagar Alam tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga menjadi sentra produksi yang memasok kebutuhan daerah lain bahkan provinsi tetangga.
“Ini bukan hanya soal menanam. Ini soal kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani Pagar Alam,” pungkasnya.