BCR Revitalisasi Pasar 16 Ilir Palembang, Target Jadi Pusat Ekonomi dan Wisata Baru

Penulis: Faisal Zuber  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 13:54:31 WIB
Revitalisasi Pasar 16 Ilir Palembang oleh PT Bima Citra Realty ditargetkan menjadi pusat ekonomi dan wisata baru.

PALEMBANG — Wajah Pasar 16 Ilir, ikon perdagangan dan sejarah Kota Palembang, akan berubah total. Pengelola kawasan, PT Bima Citra Realty (BCR), memastikan revitalisasi tidak hanya menyentuh bangunan fisik, tetapi juga budaya berdagang dan tata kelola kawasan yang selama ini dikenal kumuh dan kurang representatif.

Direktur Utama BCR, Ahmad Marzuki, menegaskan pembenahan ini tidak bisa berjalan sendiri. Perusahaan membutuhkan kolaborasi dari pemerintah, masyarakat, dan pemilik kios agar transformasi pasar berhasil.

“Kami mengajak seluruh pemilik kios untuk bersama membangun budaya pelayanan yang baik, menjaga kebersihan, menghadirkan produk berkualitas, serta menciptakan suasana pasar yang aman, nyaman, dan membanggakan,” kata Marzuki di ruang kerjanya, Kamis (13/2).

Modal Hukum dan Strategi Perluasan Pasar

BCR mengantongi legitimasi kuat untuk mengelola kawasan ini. Dasar hukum tersebut berupa Akta Kerja Sama Operasi (KSO) Nomor 11 Tahun 2023 serta Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 714 Tahun 2024 atas nama PT BCR.

Dengan modal itu, pengelola tidak hanya membangun kios baru. BCR mulai menyiapkan skema penawaran kios kepada pedagang dari luar Palembang, bahkan hingga Jakarta.

“Mengapa demikian? Kita belajar dari Tanah Abang, mereka tak hanya di lokal Indonesia tapi menyentuh hingga pasar ASEAN,” ujar Marzuki.

Ancaman ke Pedagang dan Kendala di Lapangan

Rencana revitalisasi ini tidak sepenuhnya mulus. BCR mengakui masih ada oknum pemilik kios yang menghambat proses penataan dengan mengancam pedagang penyewa.

Mayoritas pedagang di Pasar 16 Ilir merupakan penyewa. BCR telah berkomunikasi mengenai mekanisme booking fee untuk kios baru, namun sejumlah pedagang justru mendapat tekanan dari pemilik kios lama.

“BCR meyakini bahwa pedagang-pedagang di Pasar 16 Ilir kebanyakan sewa, dan telah berkomunikasi untuk melakukan booking fee, tapi ada ancaman dari pemilik kios yang selama ini mereka sewa,” jelasnya.

Sejarah Jadi Modal Kebangkitan Ekonomi

Di tengah tantangan tersebut, BCR optimistis Pasar 16 Ilir bisa kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi Palembang. Marzuki menekankan penataan tidak boleh menghilangkan nilai sejarah kawasan.

“Jika kita bergerak bersama, saya yakin Pasar 16 Ilir akan kembali menjadi pusat ekonomi yang hidup, menjadi destinasi wisata unggulan, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Palembang,” tuturnya.

“Semoga Pasar 16 Ilir menjadi bukti bahwa warisan sejarah dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi, pusat kebudayaan, dan tujuan wisata yang membanggakan Sumatera Selatan,” pungkas Marzuki.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: wideazone.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top