SUMATERA SELATAN — Proses fermentasi pada oncom ternyata menyimpan segudang nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Makanan khas Indonesia ini mengandung protein nabati, serat, vitamin B, dan mineral yang membantu memenuhi kebutuhan gizi harian Mama selama masa kehamilan.
Namun, kehamilan membuat sistem imun tubuh Mama bekerja ekstra. Artinya, kewaspadaan terhadap makanan yang masuk ke tubuh harus lebih tinggi, terutama untuk makanan fermentasi seperti oncom ini.
Kandungan protein nabati dan serat yang tinggi membuat oncom menjadi camilan atau lauk yang mengenyangkan. Vitamin B kompleks di dalamnya juga berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan perkembangan sistem saraf janin.
Kabar baiknya, oncom yang diolah dengan cara dikukus, ditumis, atau dipepes bisa menjadi variasi menu sehat. Mengolah oncom dengan cara ini jauh lebih baik daripada menggorengnya dengan banyak minyak, garam, atau penyedap rasa yang berlebihan.
Oncom yang sudah rusak atau terkontaminasi bakteri menjadi musuh utama. Ciri-ciri oncom yang tidak layak konsumsi adalah teksturnya berlendir, berbau menyengat, atau muncul bercak hitam yang tidak normal.
Mengonsumsi oncom yang tidak segar bisa memicu gangguan pencernaan dan keracunan makanan. Kondisi ini sangat berbahaya bagi ibu hamil karena bisa menyebabkan dehidrasi dan mengganggu penyerapan nutrisi untuk janin.
Satu hal yang tidak boleh dilanggar: jangan pernah mencicipi oncom mentah atau setengah matang. Pastikan Mama memasaknya hingga benar-benar matang sempurna untuk membunuh bakteri dan jamur yang mungkin masih aktif.
Leunca atau ranti biasanya disajikan sebagai lalapan segar. Berbeda dengan oncom, leunca mentah sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Cucilah leunca dengan sangat bersih dan masaklah hingga layu untuk mengurangi risiko kontaminasi pestisida atau bakteri dari tanah.
Mama bisa mengombinasikan leunca dan oncom dalam satu hidangan tumisan atau pepes. Kombinasi ini tidak hanya lezat tetapi juga menambah asupan serat harian yang membantu melancarkan pencernaan selama kehamilan.
Kunci utama menikmati oncom saat hamil adalah memastikan produk yang dipilih higienis dan segar. Berikut hal yang perlu diperhatikan:
Setiap tubuh ibu hamil memiliki sensitivitas berbeda. Jika setelah mengonsumsi oncom atau leunca Mama merasakan mual berlebihan, muntah-muntah, diare, atau kram perut yang tidak biasa, segera hentikan konsumsi dan periksakan diri ke dokter kandungan.
Gejala keracunan makanan pada ibu hamil tidak boleh dianggap sepele. Penanganan cepat akan melindungi kesehatan Mama dan keselamatan janin di dalam kandungan.
Pada dasarnya, oncom dan leunca bisa menjadi bagian dari menu kehamilan yang bergizi selama diolah dengan benar. Tetap perhatikan porsi dan selalu dengarkan sinyal dari tubuh Mama. Jika ragu, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang paling sesuai dengan kondisi kehamilan.