Polda Sumsel Bekali 159 Personel Jadi Instruktur Literasi Digital Anti-Kejahatan Siber untuk Pelajar

Penulis: Rizal Hamdani  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:57:31 WIB
personel Polda Sumsel mengikuti pelatihan instruktur literasi digital bertajuk "Paham AI" untuk membekali pelajar menghadapi kejahatan siber.

PALEMBANG — Polda Sumsel memilih jalur pencegahan dengan membentengi pelajar dari bahaya penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sebanyak 159 personel dari jajaran Reserse, Lalu Lintas, Binmas, hingga Humas dikerahkan untuk mengikuti pelatihan instruktur yang bertajuk "Paham AI" Triwulan III Tahun Anggaran 2026.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Dr. Shandi Nugroho, menekankan bahwa penegakan hukum saja tidak cukup untuk menekan angka kejahatan siber yang menyasar generasi muda. Menurut dia, pendekatan preemtif melalui edukasi dini menjadi kunci utama membangun kesadaran hukum dan etika berinternet di kalangan pelajar.

Materi Pelatihan: Dari Etika Digital hingga Bahaya Deepfake

Pelatihan ini dirancang untuk membekali personel dengan materi teknis dan praktik penggunaan platform digital. Fokus utamanya adalah penyebaran berita bohong, penipuan digital, hingga modus deepfake yang kerap digunakan untuk merundung atau menjerat korban di dunia maya.

Polda Sumsel juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel dalam pelatihan ini. Langkah tersebut diambil untuk menyelaraskan materi edukasi dengan karakteristik dunia pendidikan saat ini, sehingga pesan yang disampaikan nantinya tepat sasaran saat diterjemahkan di sekolah-sekolah.

Mengapa Polisi Turun Langsung Mengajar di Sekolah?

Perkembangan AI memang memberikan kemudahan di sektor pendidikan, tetapi di sisi lain membuka celah kejahatan baru. Polda Sumsel menilai aparat kepolisian perlu hadir lebih awal untuk memberikan pemahaman tentang aspek hukum dan etika berlalu lintas digital kepada pelajar.

Kapolda menginstruksikan jajarannya untuk saling berkolaborasi lintas fungsi. Dengan begitu, program edukasi ke sekolah-sekolah dapat berjalan efektif dan menjangkau lebih banyak pelajar di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Para personel yang telah mengikuti ToT ini diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan informasi bagi masyarakat luas. Program ini menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menghadapi ancaman kejahatan siber yang semakin kompleks di era digital.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: musinews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top