SUMATERA SELATAN — Setelah sempat menjadi bahan spekulasi sebagai penerus FJ40 atau penantang Suzuki Jimny 5 Pintu, Toyota Land Cruiser FJ 2026 yang dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 membantah semua asumsi tersebut. SUV ini hadir dengan postur yang lebih kekar, mengisi segmen yang berbeda dari kedua mobil legendaris itu.
Menurut penjelasan resmi Toyota, nama FJ pada model terbaru ini merupakan singkatan dari Freedom Enjoy. Ini berbeda dengan FJ40 klasik yang merujuk pada kode mesin seri F. Secara internal, kendaraan ini mengusung kode J240, yang menegaskan identitasnya sebagai bagian dari keluarga Land Cruiser.
Anggapan bahwa Land Cruiser FJ akan bertarung di kelas SUV kompak segera gugur setelah melihat langsung unitnya. Dengan panjang sekitar 4,6 meter, lebar 1.855 mm, dan tinggi antara 1.890 hingga 1.960 mm, posturnya jauh lebih besar dari Suzuki Jimny. Jarak sumbu roda 2.580 mm dan ground clearance di atas 200 mm membuat kabinnya lega dan siap melibas medan berat.
Ban bawaan berukuran 265/70 R18 dengan pelek hitam semakin mempertegas kesan gagah. Yang menarik, basis platform IMV yang sama dengan Fortuner membuka peluang besar bagi pemilik untuk memakai pelek dan ban aftermarket yang sudah banyak beredar di pasar Indonesia.
Land Cruiser FJ dibangun di atas platform IMV yang sudah dipakai Toyota sejak 2004 untuk Fortuner, Hilux, hingga Kijang Innova. Platform yang sama juga menjadi dasar Toyota Rangga. Namun, menyebut SUV ini sebagai versi penumpang dari Rangga adalah kesimpulan yang keliru.
Kesamaan keduanya hanya sebatas platform dan sedikit garis desain di bagian samping serta kap mesin. Secara keseluruhan, Land Cruiser FJ punya identitas desain sendiri yang khas. Di bagian depan, tersedia dua pilihan desain lampu: bulat bergaya klasik dan persegi panjang yang lebih modern. Unit yang dipajang di GIIAS memakai lampu bulat, memberi nuansa retro yang kuat. Kamera depan juga sudah terpasang sebagai bagian dari sistem Around View Monitor 360 derajat.
Masuk ke dalam kabin, kesan kokoh langsung terasa. Material hard plastic mendominasi dashboard dan panel pintu, meski beberapa bagian sandaran tangan sudah dilapisi bahan empuk. Jok pengemudi dilengkapi pengaturan elektrik, sementara jok penumpang depan masih manual.
Baris kedua menawarkan ruang kaki yang lapang dan sandaran yang bisa direbahkan. Sayangnya, belum ada ventilasi AC khusus untuk penumpang belakang. Head unit berukuran besar dipadukan dengan panel instrumen digital yang desainnya mirip dengan Hilux terbaru.
Soal fitur, SUV ini sudah dibekali AC dual zone, adaptive cruise control, auto high beam, serta sistem penggerak empat roda dengan pilihan mode H2, H4, dan low gear. Tersedia pula rear differential lock dan transmisi otomatis dengan fitur manual shift untuk menunjang kemampuan off-road-nya.