Rehab Mushola Baitul Makfurin di Palembang Masuki Tahap Finishing, TNI dan Warga Gotong Royong Percepat Pembangunan

Penulis: Ahmad Syukri  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:19:32 WIB

PALEMBANG — Pekerjaan rehabilitasi Mushola Baitul Makfurin yang berada di bawah program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang telah mencapai tahap akhir. Pada hari ke-11 pelaksanaan, satuan tugas (Satgas) bersama masyarakat fokus pada pemasangan keramik, pelamir dinding, finishing resplank, serta perapian area di sekeliling mushola. Seluruh proses dikerjakan secara gotong royong untuk memastikan hasil yang rapi, kokoh, dan nyaman.

Apa Saja Pekerjaan yang Masih Dikerjakan?

Pekerjaan yang dilakukan meliputi pemasangan keramik lantai dan dinding, pelamiran atau plesteran dinding, pemasangan finishing resplank pada bagian atap atau dinding luar, serta merapikan area sekitar mushola. Semua tahap ini dikerjakan bersamaan oleh Satgas TMMD dan warga, dengan target agar mushola segera rampung dan bisa difungsikan.

Bagaimana Peran TNI dan Warga dalam Percepatan Pembangunan?

Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kapten Inf Pringgo BS, menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci percepatan. “Pengerjaan rehab Mushola Baitul Makfurin kini memasuki tahap finishing. Kami terus memaksimalkan kualitas pekerjaan sehingga nantinya masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan aman. Semangat gotong royong antara Satgas TMMD dan warga menjadi kunci percepatan pembangunan ini,” ujarnya.

Kapan Mushola Baitul Makfurin Siap Digunakan?

Setelah tahap finishing rampung, mushola akan segera dapat dimanfaatkan warga. Program TMMD Ke-129 sendiri dijadwalkan berlangsung selama sebulan penuh. Dengan progres yang sudah mencapai tahap akhir, diharapkan sarana ibadah ini bisa menjadi lebih representatif sekaligus mempererat kemanunggalan antara TNI dan rakyat dalam membangun wilayah.

Program TMMD merupakan salah satu bentuk pengabdian TNI di daerah yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan mental dan sosial masyarakat. Gotong royong yang terjalin antara Satgas dan warga menjadi nilai tambah yang terus dijaga.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: mattanews.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top