Cegah Tawuran, Pemkot Jakarta Timur Tutup Akses Pagar Rel KA di Pondok Kopi yang Rusak

Penulis: Ahmad Syukri  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 20:26:31 WIB
Pemkot Jakarta Timur menutup sementara akses pagar rel kereta api di Pondok Kopi yang rusak untuk mencegah tawuran.

JAKARTA — Lurah Pondok Kopi Sandy Adamsyah menyatakan penutupan pagar bersifat sementara sebagai langkah pencegahan. Pihaknya kini berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melakukan perbaikan permanen pada pagar pembatas di sepanjang jalur rel tersebut.

“Untuk sementara, dilakukan penutupan sebagai langkah pencegahan, sembari berkoordinasi dengan pihak terkait, yaitu PT KAI agar dilakukan perbaikan secara permanen,” kata Sandy di Jakarta, Jumat (24/7).

Akses Rusak Jadi Celah Pelaku Tawuran

Hasil peninjauan lapangan yang melibatkan Bhabinkamtibmas, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), serta TNI/Polri menemukan bahwa pagar yang rusak menjadi faktor utama yang memudahkan pelaku memasuki lokasi bentrokan. Tawuran besar yang terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai beberapa waktu lalu melibatkan warga dari Kelurahan Pulogebang, Penggilingan, dan Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, dengan warga Kelurahan Bintara, Kota Bekasi.

“Kami terus memperkuat langkah pencegahan tawuran di wilayah atau sepanjang Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit ini,” ujar Sandy.

Posko Pemantauan dan Koordinasi Lintas Wilayah

Tak hanya menutup akses, Kelurahan Pondok Kopi segera membentuk posko pemantauan terpadu di titik-titik rawan tawuran. Posko ini melibatkan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dan warga yang akan melakukan pengawasan secara bergiliran sesuai jadwal piket yang telah disusun.

Pihak kelurahan juga telah berkoordinasi dengan Kepala Stasiun Klender Baru. Surat permohonan perbaikan permanen pagar pembatas pun segera diajukan kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Pelaku Bukan Warga Setempat

Ketua LMK Pondok Kopi Ega Harimurti mengungkapkan, berdasarkan pemantauan di lapangan, para pelaku tawuran ternyata bukan berasal dari warga Kelurahan Pondok Kopi. Wilayah tersebut hanya dijadikan sebagai lokasi bentrokan oleh kelompok dari luar daerah.

“Kami juga mengajak seluruh unsur di wilayah Pondok Kopi untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” tambah Sandy.

Langkah jangka panjang, Sandy mengajak Pemerintah Kota Bekasi untuk memperkuat koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan guna mencari akar persoalan serta menyusun langkah pencegahan tawuran secara berkelanjutan. Ega berharap, penutupan akses di sepanjang jalur rel itu menjadi langkah cepat untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: krsumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top