PALEMBANG — Manager Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti menyebutkan, peningkatan jumlah penumpang ini seiring dengan penambahan frekuensi perjalanan. Jika awal beroperasi hanya 52 perjalanan per hari, kini melayani 94 perjalanan setiap harinya.
Lima stasiun dengan aktivitas penumpang tertinggi adalah Stasiun Asrama Haji, DJKA, Ampera, Bumi Sriwijaya, dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Integrasi langsung ke bandara memudahkan masyarakat melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi udara.
“Selama delapan tahun beroperasi, LRT Sumsel telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang,” ujar Aida dalam keterangannya, Jumat (pekan ini).
LRT Sumsel awalnya dioperasikan untuk mendukung mobilitas atlet pada ajang Asian Games 2018. Kini moda tersebut menjadi transportasi utama warga Palembang. Peningkatan layanan terus dilakukan, mulai dari menjaga ketepatan waktu, memperkuat integrasi antarmoda, hingga mempermudah sistem pembayaran tiket.
Hingga semester I 2026, LRT Sumsel telah mengangkut 2.206.500 penumpang. Rata-rata tahunan selama delapan tahun terakhir mencapai 3.108.384 penumpang.
Selain transportasi, LRT Sumsel juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. PT KAI menyediakan tenant usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Stasiun Bumi Sriwijaya, Cinde, Ampera, dan DJKA. Di sejumlah stasiun juga tersedia pojok baca untuk meningkatkan minat literasi.
“Bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS), kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa,” kata Aida.
Dalam rangka memperingati delapan tahun operasional, BPKARSS bersama PT KAI Divre III Palembang menggelar kampanye penggunaan LRT, fun walk, donor darah, dan berbagai kegiatan sosial. Kolaborasi antara operator dan balai pengelola disebut sebagai kunci peningkatan pelayanan ke depan.